Terlalu melankolis, mungkin begitulah aku selama ini. Selalu mengkaitkan sebuah peristiwa dengan masa lalu. Selalu mengungkit rasa sakit masa lalu. Berpura-pura sok tegar atau sok bahagia, padahal sebenarnya rapuh. Mungkin gelar drama queen layak disandangkan buatku.
Aku coba renungkan kata-kata sahabat tentang sebuah kebahagiaan. Aku harus keluar dari kesedihan dan penyesalan akan masa lalu. Aku harus berani mengambil keputusan untuk melupakan dan melangkah maju. Karena aku layak bahagia.
Tepat di malam sebelum hari ulang tahunku yang ke-22 mama said "Memaafkan dapat mendamaikan hati. Membenci takkan pernah berujung. Dendam takkan pernah ada habisnya. Memaafkan dan melupakan bukan hanya mendamaikan hati kita tapi juga bisa menjadi berkat bagi orang lain."
Yaa, selama ini aku hidup dalam pikiranku sendiri. Menutup hati, karena tak bisa memaafkan dan melupakan. Membenci dan mendendam karena kecewa di masa lalu. Tak pernah berhenti mengutuk diri sendiri. Mama benar, aku jauh lebih bahagia sekarang. Hatiku terasa damai.
Playlist masih memainkan lagu-lagu sedih, tapi aku tak lagi melankolis. Otakku kadang masih memutar kenangan tentang masa lalu, tapi tak memudarkan senyumanku. Aku sekarang sudah ada di kehidupan yang baru. Kehidupan yang penuh ucapan syukur dan maaf.
Perjalananku sampai di usia 22 tak mudah. Terlalu banyak kesalahan, kesakitan, kekecewaan, dan penyesalan. Terlalu sering membuang-buang waktu, terlalu sombong dan lupa bersyukur.
Hari ini , sudah 21 hari sudah aku menjalani hidupku di usia 22. Aku bahagia, padahal aku jauh dari para sahabatku. Aku bahagia, padahal aku belum menemukan cintaku. Aku bahagia, padahal aku tak bisa bermain-main seperti dahulu. Aku bahagia, padahal aku tak secantik dulu. Aku bahagia, karena ternyata aku masih bisa bernafas hari ini. Aku bahagia, karena ternyata keluargaku yang dulu pernah ku kecewakan hatinya masih mencintaiku. Aku bahagia, karena Tuhan tak pernah meninggalkanku. Aku bahagia, karena aku ingin bahagia.
Aku masih ingin bahagia di hari esok dan seterusnya, walaupun aku tahu esok akan ada kesusahannya sendiri.


