Ayahku bukanlah
ayah yang kaya, dengan pekerjaan yang mapan dan jabatan yang tinggi. Ayahku
bukanlah ayah yang membahagiakan anak-anaknya dengan barang-barang mewah. Tapi
ayahku adalah ayah yang sangat HEBAT. Beliau tak pernah lupa membimbing
anak-anaknya mengerjakan PR, atau menemani kami belajar untuk menghadapi ulangan
di sekolah. Beliau tak pernah lupa untuk mengajak kami bermain walaupun dengan
permainan sederhana. Beliau selalu mengajak ibu dan anak-anaknya untuk makan di
luar pada akhir pekan walaupun hanya makan mie ayam di pinggir jalan. Beliau
juga tak pernah lupa mengajarkan kami berdoa. Ayahku ayah yang SUPER , seringkali dengan sengaja ayah memasak makanan untuk kami sekeluarga. Ayahku
mungkin bukan ayah yang sempurna, dengan segala kekurangannya seringkali kami
jadi sasaran emosi ayah. Tapi dibalik sakitnya pukulan ayah, cambuk sabuk ayah,
dan bentakan ayah ada kelembutan dan kasih sayang yang luar biasa dalam diri
ayah. Ayahku ayah yang HEBAT, beliau selalu belajar dan belajar menjadi pribadi
yang lebih baik. Beliau tak pernah malu untuk mengakui kesalahannya dan meminta
maaf. Ayah adalah teman diskusi terhebat, beliau tahu banyak hal yang tak
kudapatkan dari sekolah seperti agama, politik, matematika, dan pengetahuan
umum. Ayah juga lawan main catur yang tangguh, aku tak pernah menang melawan
beliau. Selain itu ayah juga sahabat terbaikku, meski aku jarang sekali
bercerita tentang kehidupanku padanya, beliau tahu semua yang aku rasakan dan
melalui caranya yang unik memberikan aku solusi. Ayah sering mengantarku ke
sekolah, meski aku sudah masuk usia remaja, ayah juga sering mengantar aku
kemanapun aku pergi. Saat aku harus pulang malam karena ekstrakulikuler, aku
selalu melihat ayah ada di depan pagar sekolahku dengan sabar menungguku.
Walaupun beliau sering memarahiku karena terlalu aktif di ekskul tapi ayah tak pernah
absen menjemputku. Oh yaa ayahku juga pandai sekali mendongeng, waktuku dan
adik-adikku kecil ayah seringkali mendongeng untuk kami sebelum tidur. Bukan
dongen tentang cinderella atau putri salju yang kami dengar, tapi dongeng
ciptaan ayah sendiri yang takkan pernah anak-anak lain dengar. Saat aku kuliah,
aku harus nge-kost ayah adalah orang yang paling takut melepasku. Beliau selalu
menelponku sekedar bertanya sudah makan atau belum, atau sekedar mengingatkanku
untuk kuliah. Sering juga ayah menyuruh ibu menelponku untuk menanyakan apakah
aku baik-baik saja, atau apakah uang sakuku cukup? Ayah juga sering menelponku
untuk mengingatkanku menjaga diri baik-baik. Dan setiap akhir pekan aku pulang
ayah menyuruh ibu memasak makanan yang enak dan sehat. Pernah juga saat aku
mengerjakan tugas kuliah sampai aku tidak tidur sama sekali, tengah malam ayah
bangun dan membuat susu jahe untukku, oohh how sweet .. Aku harus ke kampus
untuk tes tugas akhir pratikum tapi saat itu aku sedang tak enak badan, ayah
mengantarkan aku ke kampus dan menungguku sampai selesai. Meski beliau sibuk
dengan segala pekerjaannya ayah tak pernah lupa memperhatikan anak-anaknya bahkan sampai ke hal-hal yang detail. Beliau
akan marah bila dalam sehari saja anak-anaknya tak memberi kabar. Beliau selalu
mengajak seluruh anggota keluarga makan bersama saat kami berkumpul semua. Hmmm
akan perlu banyak waktu untuk menceritakan ayah disini, ayahku adalah ayah yang
HEBAT. Terima kasih Tuhan telah menganugrahkan kami ayah yang hebat. Kiranya ayah
selalu sehat selalu sampai bisa melihat anak-anaknya berhasil. Amin J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar