Bible says :

Sabtu, 04 Mei 2013

AYAH SUPER HEBAT :)



Ayahku bukanlah ayah yang kaya, dengan pekerjaan yang mapan dan jabatan yang tinggi. Ayahku bukanlah ayah yang membahagiakan anak-anaknya dengan barang-barang mewah. Tapi ayahku adalah ayah yang sangat HEBAT. Beliau tak pernah lupa membimbing anak-anaknya mengerjakan PR, atau menemani kami belajar untuk menghadapi ulangan di sekolah. Beliau tak pernah lupa untuk mengajak kami bermain walaupun dengan permainan sederhana. Beliau selalu mengajak ibu dan anak-anaknya untuk makan di luar pada akhir pekan walaupun hanya makan mie ayam di pinggir jalan. Beliau juga tak pernah lupa mengajarkan kami berdoa. Ayahku ayah yang SUPER , seringkali dengan sengaja ayah memasak makanan untuk kami sekeluarga. Ayahku mungkin bukan ayah yang sempurna, dengan segala kekurangannya seringkali kami jadi sasaran emosi ayah. Tapi dibalik sakitnya pukulan ayah, cambuk sabuk ayah, dan bentakan ayah ada kelembutan dan kasih sayang yang luar biasa dalam diri ayah. Ayahku ayah yang HEBAT, beliau selalu belajar dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau tak pernah malu untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf.  Ayah adalah teman diskusi terhebat, beliau tahu banyak hal yang tak kudapatkan dari sekolah seperti agama, politik, matematika, dan pengetahuan umum. Ayah juga lawan main catur yang tangguh, aku tak pernah menang melawan beliau. Selain itu ayah juga sahabat terbaikku, meski aku jarang sekali bercerita tentang kehidupanku padanya, beliau tahu semua yang aku rasakan dan melalui caranya yang unik memberikan aku solusi. Ayah sering mengantarku ke sekolah, meski aku sudah masuk usia remaja, ayah juga sering mengantar aku kemanapun aku pergi. Saat aku harus pulang malam karena ekstrakulikuler, aku selalu melihat ayah ada di depan pagar sekolahku dengan sabar menungguku. Walaupun beliau sering memarahiku karena terlalu aktif di ekskul tapi ayah tak pernah absen menjemputku. Oh yaa ayahku juga pandai sekali mendongeng, waktuku dan adik-adikku kecil ayah seringkali mendongeng untuk kami sebelum tidur. Bukan dongen tentang cinderella atau putri salju yang kami dengar, tapi dongeng ciptaan ayah sendiri yang takkan pernah anak-anak lain dengar. Saat aku kuliah, aku harus nge-kost ayah adalah orang yang paling takut melepasku. Beliau selalu menelponku sekedar bertanya sudah makan atau belum, atau sekedar mengingatkanku untuk kuliah. Sering juga ayah menyuruh ibu menelponku untuk menanyakan apakah aku baik-baik saja, atau apakah uang sakuku cukup? Ayah juga sering menelponku untuk mengingatkanku menjaga diri baik-baik. Dan setiap akhir pekan aku pulang ayah menyuruh ibu memasak makanan yang enak dan sehat. Pernah juga saat aku mengerjakan tugas kuliah sampai aku tidak tidur sama sekali, tengah malam ayah bangun dan membuat susu jahe untukku, oohh how sweet .. Aku harus ke kampus untuk tes tugas akhir pratikum tapi saat itu aku sedang tak enak badan, ayah mengantarkan aku ke kampus dan menungguku sampai selesai. Meski beliau sibuk dengan segala pekerjaannya ayah tak pernah lupa memperhatikan anak-anaknya  bahkan sampai ke hal-hal yang detail. Beliau akan marah bila dalam sehari saja anak-anaknya tak memberi kabar. Beliau selalu mengajak seluruh anggota keluarga makan bersama saat kami berkumpul semua. Hmmm akan perlu banyak waktu untuk menceritakan ayah disini, ayahku adalah ayah yang HEBAT. Terima kasih Tuhan telah menganugrahkan kami ayah yang hebat. Kiranya ayah selalu sehat selalu sampai bisa melihat anak-anaknya berhasil. Amin J

Rabu, 24 April 2013

Random Posting

Dearr my blogg ,, hmmm setelah bertamasya di blog-blog tetangga akhirnya gue balik lagi ke blog sendiri. Baca-baca tulisan orang diluar sana yang sama sekali gue ga kenal, ternyata menyenangkan. Dari tulisan-tulisan mereka akhirnya gue mengenal mereka dan dari sana jugalah gue dapat banyak referensi buat nulis. Sebenarnya kesenangan gue akan dunia bahasa sudah ada sejak gue SD, dari sekedar nulis puisi-puisi sederhana sampai cerpen dan sempet nulis cerita yang rencananya mau dijadiin novel cuman ga pernah rampung. Dari gue nulis corat-coret di buku pelajaran sekolah, terus nulis diary, sampai nulis di blogg. Tapi koq gue ngerasa kemampuan nulis gue masih sangat amat payah, tata bahasa yang masih jauh dari kata sempurna, ditambah lagi tulisan gue yang sangat membosankan. Sebenarnya gue ngerasa kemampuan gue dalam dunia bahasa ini menurun drastis sejak gue kuliah. Entah mungkin karena gue makin jarang baca buku dan makin jarang nulis lagi makanya gue jadi tambah payah. Gue kuliah di jurusan Teknik Elektro, bacaan yang banyak gue lahap adalah buku-buku yang berkaitan dengan teknik, matematika, fisika dan sebagainya. Teman-teman sepergaulan gue juga ga ada yang suka baca buku, kalo dulu waktu SMA setiap main ke mall pasti paling lama mojok di Gramedia atau toko buku lainnya, mampir ke rumah temen disodorinnya buku. Waktu kuliah setiap jalan ke mall kalo ga nonton ya makan ya belanja *hufft. Karena kesibukan kuliah dengan tugasnya yang seabrek dan kesibukan part time akhirnya waktu gue untuk membaca buku (selain buku kuliah dan buku pelajaran buat ngajar) akhirnya terpaksa berkurang. Gue coba akali dengan rajin baca koran online atau blog-blog orang, tapi teteup ajja kalo ga rajin nulis jadi yaaa tetep payah ....
Setelah lulus kuliah, gue dapat kerjaan yang sangat amat bertolak belakang dari latar pendidikan gue sebelumnya. Gue kerja di dunia anak-anak di sebuah Club Anak-anak , dimana disini tersedia banyak sekali buku-buku bagus di librarynya. Dikarenakan bos gue juga suka banget baca buku, beliau suka beli buku-buku yang inspiring dan menarik buat para karyawannya. Surga banget kalo udah lihat buku , tapi sayang seribu sayang , almost buku-buku di library adalah buku berbahasa inggris, dengan kemampuan bahasa inggris gue yang masih jauh dari rata-rata bikin gue agag malas bacanya ... fufufuffuu
dan hari ini saat gue mulai agag rajin untuk memposting ehhh malah posting tulisan yang sepertinya (memang) membosankan dan tak layak dibaca.. hahahahaa
namanya juga mencoba :p

Sabtu, 30 Maret 2013

Prosesi Mangain dari Tanah Batak


Tumbuh besar di dalam keluarga batak, tak serta merta membuat saya mengerti secara jelas tentang adat istiadat batak. Walaupun ayah saya sering kali mengajarkan saya tentang adat istiadat batak dan sesekali melibatkan saya dalam suatu prosesi adat batak. Panjang dan ribetnya adat batak membuat saya seringkali jenuh dan bosan bila ada di dalam prosesi adat batak.

Sampai akhirnya pada tanggal 6 Maret 2013 lalu, saya bersama ayah dan ibu saya pulang ke Tapanauli Utara, tempat ayah saya lahir dan tumbuh besar. Bukan tanpa alasan atau hanya ingin sekedar berlibur saya dan orang tua pergi kesana, apalagi setelah 16 tahun saya tidak menginjakkan kaki saya di kampung halaman saya. Kami kesana untuk menyelesaikan utang ayah dan ibu saya, yakni utang adat. Ibu saya bukanlah wanita keturunan batak seperti ayah saya. Beliau adalah asli keturunan jawa timur. Karena sesuatu dan lain hal mereka harus menunggu sampai 23 tahun untuk menjalani prosesi "Mangain" atau pemberian marga untuk ibu saya. 

Dalam budaya Batak, adat Mangain pada dasarnya adalah memberikan marga kepada boru (anak perempuan) atau mangain kepada anak laki-laki. Mangain biasanya dilaksanakan saat menjelang kegiatan pernikahan, karena salah satu pasangan belum menjadi seorang suku Batak, karena itu sangat perlu diberikan marga. Mangain/mangampu boru (mengangkat anak), juga bermakna menerima seseorang asing (bukan suku batak) menjadi seperti anak kandung kita sendiri dengan menyandang marga sesuai dengan marga yang mangain. Untuk itu seluruh elemen keluarga besar, dongan tubu, boru, bere, dongan sahuta dan hula-hula harus turut menyaksikan dan mengukuhkan marga pada acara itu.

saat mama di ulosi oleh keluarga Hutabarat. 


Dalam adat batak, bila ada seorang dari suku batak ingin menikah dengan suku lainnya maka pasangannya tersebut harus diberikan marga terlebih dahulu. Jika pasangan perempuan yang berasal dari suku lain, marga yang diberikan adalah marga dari ibunda si laki-laki. Jika pasangan laki-laki yang berasal dari suku lain, maka diberikan marga amang boru, suami dari saudara perempuan bapaknya. Marga diberikan kepada seseorang yang Diain adalah supaya dia bisa mengikuti dan diterima dalam budaya Batak. 
Tepat tanggal 8 Maret 2013, di Desa Hutabarat, Tarutung, ibu saya menjalani prosesi Mangain. Beliau diberikan boru (marga) Hutabarat. Dan setelah menjalani proses Mangain, barulah ayah dan ibu saya bisa menjalani prosesi pernikahan adat batak.

Pengalaman yang cukup membuat saya mengerti tentang sedikit adat batak. Meski sepertinya terlihat ribet dan menjenuhkan, saya tetap bangga menjadi orang Indonesia terutama gadis batak. Kalau bukan saya yang meneruskan tradisi adat istiadat batak siapa lagi ???

Sabtu, 16 Maret 2013

Puisi

AMARAHKU

Terdiam aku disini
mencoba pahami semua ini
Dia mempertemukanku denganmu
dan kini Dia jua yang tak satukan kita

Bibir ini tersenyum pahit
menelan rasa sakit yang teramat
lebih baik ku tak mengenalmu
daripada ku harus melepasmu

Aku tak ingin menyalahkan-Nya
tapi aku tak bisa sembunyikan marah
kenapa Dia mengizinkan pertemuan itu ?
Dia pula yang pisahkan kita.


My ask

I've an hour here
waiting for you to talk
but you just keep silence.

clock ticking
until he was bored
but you remain silent

are you dumb?
then no word spoken
or are you deaf?
then you do not hear i asked.

If you are unable to speak
just nod your head when your answer 'yes'
and just shakes his head when your answer 'no'

if you do not hear
I would write what i ask to you
'Did you still  want me here?'





Jumat, 11 Januari 2013

Untilted ( just writing )


Setiap pagi dari balik kaca kantor , aku selalu menanti –nanti saat dia lewat. Dengan gayanya yang biasa namun mempesona dan senyumnya yang manis membuat aku selalu ingin melihat dia. Tak peduli ocehan teman-teman sekantorku , aku hanya ingin mengaguminya. Sayang , aku tak memiliki cukup keberanian untuk bisa menyapanya. Aku selalu saja gugup dan kehabisan kata saat melihat dia. Sudah berkali-kali kesempatan untuk menyapanya saat dia lewat di depan kantorku berakhir sia-sia. Dan aku hanya bisa menyesalinya.

Aku masih beruntung , karena kebaikan temanku aku bisa berkenalan dengannya. Rasyid, ya itu namanya. Dengan tangan dingin , wajah pucat pasi , suara bergetar ku sebut namaku , Hanum. Mungkin saat itu adalah saat terindah dan terburuk yang pernah kualami.

Rasa kagumku terus membara. Meski tak pernah berani memanggil namanya aku terus menanti kehadirannya, setiap pagi , setiap siang , dan setiap malam. Aku hanya berharap akan ada sebuah keajaiban untukku bisa mengenalnya lebih dekat lagi.

Bagai tersambar petir disiang bolong , saat temanku menelponku dan berkata bahwa dia melihat Rasyid berbelanja dengan seorang perempuan di sebuah pasar swalayan. Aku segera bangkit dari kursiku dan berlari menuju pasar swalayan yang kebetulan letaknya tak jauh dari kantorku. Aku hanya ingin sekedar memastikan bahwa temanku sedang tidak berbohong. Entah bagaimana caranya melukiskan perasaanku saat aku menyaksikan pemandangan itu di depan mataku. Aku hanya berharap perempuan itu bukan kekasihnya apalagi istrinya.

Hari berganti bulan , dan waktu terus beranjak namun tak jua kulihat dirinya berjalan di koridor seperti biasanya. Kucoba mencari tahu keberadaan dirinya melalui temanku. Dan ternyata dia pindah ke kota lain, sedih rasanya.

Menanti dan terus berharap kamu kan kembali ke Jakarta. Sampai waktu itu tiba , aku bahagia tak berujung. Ritual setiap hariku kembali seperti beberapa bulan sebelum kepergiannya ke kota lain. Menunggu kehadirannya dan mengaguminya.

Yaa , hanya mengagumi dirinya lewat balik kaca, lalu berkhayal luas tentang dirinya. Aarrgghh rasanya itu sudah cukup membuat jantungku berdegup kencang bagai naik jet coster. Saat imajinasiku larut dalam cerita indah tentangnya aku tersenyum sendiri, dan saat imajinasiku bermain dalam cerita terburuk denganya aku sedih. Terkesan berlebihan memang, tapi itulah aku. Entah sampai kapan aku bisa mengakhiri ini semua dan berbalik pada kenyataan?

Tuhan aku ingin mengenalnya, bukan hanya sekedar mengaguminya. Aku ingin menghadirkannya dalam hidupku, bukan hanya sekedar tokoh utama dalam imajinasiku. Aku ingin menyapanya dan tersenyum padanya, bukan hanya sekedar menyebut namanya dalam hatiku. Tuhan bantu aku untuk mengakhiri rasa penasaranku ini. Amin

Note : @rachmawatiayuu is my inspiration of this story ..

Selasa, 25 Desember 2012

Merry Christmas

So this is Christmas
And what have you done?
Another year over
And a new one just begun

And so this is Christmas

I hope you have fun
The near and the dear one
The old and the young

A very merry Christmas

And a happy New Year
Let's hope it's a good one
Without any fear

And so this is Christmas

For weak and for strong
For rich and the poor ones
The world is so wrong

And so happy Christmas

For black and for white
For yellow and red ones
Let's stop all the fight

A very merry Christmas

And a happy New Year
Let's hope it's a good one
Without any fear

And so this is Christmas

And what have we done?
Another year over
And a new one just begun

Ans so this is Christmas

I hope you have fun
The near and the dear one
The old and the young

A very merry Christmas

And a happy New Year
Let's hope it's a good one
Without any fear

War is over over

If you want it
War is over
Now

_John Lennon_




Merry Christmas and Happy New Year 
from me and family

may the spirit of Love , the beauty of Hope , and the blessing Peace , be your gift for this Christmas.

Jesus Bless you all :)

Rabu, 20 Juni 2012

rasa apa ini ?

rasa apa ini ? *shit* mungkin ini cinta !
aahh aku tak mau bermain - main dengan rasa cinta yang semu .
semu ? yaa ini semu ..
karena aku jatuh cinta pada teman ku di masa lalu , yang kini menjadi sahabatku.
matanya yang dulu pernah buat hatiku bergetar tak karuan , tak pernah berubah sampai saat ini.
senyumnya yang dulu selalu buat aku terlena , juga masih sama sampai saat ini.
perhatiannya padaku yang dulu kupikir semu , kini aku malah merasakan begitu nyata.
aahh kenapa harus dia yang kembali membuat aku memiliki perasaan ini ?
kenapa harus dia yang selalu ada saat aku butuh tempat cerita dan berbagi ?
kenapa harus dia Tuhan ?
dia yang kini terlanjur menjadi sahabat dan abang bagiku , 
dia yang tak mungkin aku sentuh cintanya karena berbagai alasan ,


sepertinya lebih baik aku simpan saja perasaanku ini , 
karena ini perasaan yang semu.
takkan ku biarkan perasaan semu ini merusak semua hal - hal indah yang telah aku dan dia bina.
meski takkan pernah dia tahu tentang perasaan ini , aku bahagia , asal aku terus bisa bersamanya.
karena terkadang persahabatan itu jauh lebih indah daripada hubungan percintaan.


to you my best friend :)