Bible says :

Sabtu, 22 Juni 2013

Dirgahayu Jakarta 486

Dirgahayu Jakarta, kota kelahiranku, kota tempat aku bertumbuh, kota tempat aku bersekolah, kota tempat aku bekerja. 

Sudah 22 tahun, saya menikmati hidup di Jakarta. Dengan segala kemegahan dan kemewahan kota Jakarta membuatku merasa betah dan gag pengen pindah dari Jakarta. Kemacetan yang setiap hari selalu aku jumpai setiap kali aku berangkat ke kantor. Polusi udara yang setiap hari terhirup. Banjir yang selalu datang setiap musim penghujan. Tingkat kriminalitas yang kapan saja bisa mengancam. Masalah - masalah tersebut bisa saja menjadi alasan yang kuat untuk tidak tinggal lagi di kota ini. Tapi sayang, dengan segala kemudahan yang bisa aku dapatkan disini membuatku tetap ingin tinggal disini.

Di Jakarta, aku kemana-mana ada angkutan umum, ada ojek, ada taksi, tinggal pilih. Di Jakarta kalau malam mau tengah malam juga masih ramai. Hiburan bukan hanya televisi, banyak hiburan yang bisa kita pilih disini. Mau makan apa saja ada, tinggal pilih apa yang kita mau. Mall - mall berjejeran, tinggal memilih mau kemana kita hari ini, mau nonton film apa? di bioskop mana? Kehabisan uang, mau cari ATM? di Jakarta banyak. Banyak fasilitas publik yang buka 24 jam, swalayan, pom bensin, warnet, warung makan, apotik, klinik, dll. Semua fasilitas di Jakarta sudah lengkap, walaupun belum sepenuhnya sempurna. 


Aku mencintai Jakarta. Walaupun macet, banjir, udaranya kotor, dan rawan kejahatan. Aku sangat mencintai Jakarta, apapun yang terjadi. Bila suatu hari nanti ibu kota jadi dipindahkan ke kota lain, aku tetap mencintai Jakarta. Kemanapun nanti aku pergi, aku akan pulang ke Jakarta, tempat aku dilahirkan, dibesarkan, dan mencari nafkah. 

Dirgahayu Jakarta, kurang atau lebihmu, aku hanya berharap untuk Jakarta yang lebih baik. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar